Minggu, 07 September 2014

Liburan Seru dalam Bingkai Photo @Dkandang

Sabtu lalu, tepatnya tanggal 6 September 2014, merupakan liburan yang menyenangkan buat anak-anakku dan tentu saja aku sebagai Ibu mereka. Karena bisa ketemu dengan Bloggers yang juga ikut dalam rombongan beserta anak dan keluarga mereka..Family Bloggers Gathering mengunjungi wisata edukasi di daerah Depok. Tepatnya berkunjung ke Dkandang - The Amazing Farm. Lokasi Dkandang berada didaerah Pasir Putih - Sawangan, Depok. Lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat kota..dan tentunya masih asri dan sejuk. Dengan luas lahan sebesar 6 HA, Dkandang merupakan Wisata Edukasi yang baik untuk anak-anak usia sekolah hingga kuliah. Kedepannya Dkandang akan mempersiapkan objek-objek wisata baru yang memanjakan para wisatawan untuk lebih sering  berkunjung kesana. Objek wisata apa aja yang ada disana? Yuk dilihat dalam bingkai photo-photo dibawah ini..:

 
Selamat Datang..!

 
Nih Harga Tiket Dkandang

Bersiap..tour keliling Dkandang..Semangat.!
Yukk.. 
Gaya dikit ah..sebelum ke kandang Sapi..
!
Gaya lagi ah...!
Tambah? lokasi masuk ke Dkandang
Eh.. Menuju Mandang Kambing dulu donk..

 
Cileduk..Baa...!

 
Smile...! Aku hitam, senyumnya jadi gak keliatan deh..

 
Kuda Bima..bukan Kuku Bima ya..

  Nah..Sekarang Menuju Kandang Kerbau, Kuda & Sapi... Moooo


Tampak Belakang..para suami siapakah gerangan?

Kerbau Bule.. Eh.. Kayak Tom Cruise ya?

Bayi Kerbau usia 1 bulan. Sedang dijemur..


Si Ganteng dari Australia

Umurnya baru 11 bulan.

 
Sapi Limousine 65jt

 
Ayo..! perah susu.

Sapi India..
Nyam..nyam..Moooo
Fly ,,Inka..!
Perah yang banyak ya Inka..
Go..Abang..Go..!

Bemm..bemm... TTDJ ya Bang..!


Bas.. dayung yang kuat ya..
Bentar lagi sampai nih..
Yuri & Me..Action!

Ikmar & Me..Smile!

Tentang Dkandang
Dkandang -  The Amazing Farm
 Jl.Panarikan RT. 007/02 Kel. Pasir Putih
Kec. Sawangan, Depok - Jawa Barat
www:dkandang.com
@dkandang
Telp. 021 77887138




Jumat, 05 September 2014

Gado - Gado Emak



 
sumber google


Gado-gado.. siapa yang gak pernah makan itu? Aku rasa semua sudah pernah ngerasain dan makan gado-gado. Entah gado-gado pinggir jalan, sampai gado-gado Cemara atau Gado-gado Boplo yang terkenal itu.. Tapi bagi aku Gado-gado buatan Emak lah yang paling maknyus.. gado-gado yang sangat sederhana. Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu kangen ingin makan gado-gado bikinan Emak. Pake banget loh..kangennya... Gado-gado yang membuat begitu banyak pelanggan dari mana saja mencari dan makan di warung Emak. Dan pelanggan gado-gado Emak, seingat aku sampai datang dari daerah Kebayoran lama, Pasar Minggu sonoan dikit... juga Karet Kuningan.

Gado-gado yang bikin aku nangis kalau kehabisan. Gado-gado yang gak pernah bosen dimakan setiap hari. Gado-gado yang waktu dikerjakannya pake hati.. ikhlas buat nyenengin orang.. itu selalu yang Emak bilang. Kalau makanan yang kita jual gak enak, kasihan orang yang beli dan besok-besok bisa gak datang lagi.. Emak selalu bikin atau membuat sesuatu makanan harus bisa membuat pelanggannya atau siapa saja yang makan akan tersenyum puas, enak. Penting juga adalah berani bumbu.. hmm.. jadi rahasinya adalah ‘berani bumbu’..ok Mak..!

sumber google

Gado-gado Emak sangat sederhana hanya sayuran yang terdiri dari kangkung, kacang panjang, toge, kol dan labu siam rebus. Toping nya cukup bawang goreng dan kerupuk merah. Ya..kerupuk merah yang lebar-lebar itu. Kacang tanah masih bulat-bulat yang cuma di goreng. Dibarisan bumbu, selain kacang tanah yang di goreng, ada cabe rawit merah rebus, air asam, gula merah dan jeruk limo yang tidak boleh ketinggalan harus selalu ada dan tidak lupa juga terasi goreng. Air asam yang biasa Emak sajikan gak cuma ada asam jawa tapi campuran dengan tomat rebus didalamnya. Selain itu Emak selalu menyediakan lontong yang selalu di buat sendiri. Lontong yang gurih dan harum daun pisang. Serta masi putih yang begitu matang segera diangkat dari kukusan lalu dimasukkan kedalam bakul kemudian di kipas-kipas dengan kipas bambu. Yang membuat nasi jadi harum ‘bambu’..hahaha.. 

Jadi, kalau ada pelanggan datang, Emak akan memulai rutinitas nya. mengulek  kacang sampai halus. Sesekali tambahkan air asam, lalu masukan gula merah, rawit merah yang mau pedas, tambahkan terasi dan sedikit garam dan seterusnya. Kemudian mulai dimasukkan sayur mayurnya. Diaduk dengan lontong yang dipotong-potong bulat. Sajikan dengan taburan bawang goreng yang garing serta kerupuk merah.. Voila..! jadilah Gado-gado ‘Mpok Mumun’ yang maknyus.!. pinjem katanya pak Bondan. Nah, mungkin karena proses tersebut barangkali yang bikin para pelanggan gado-gado Emak, datang, datang dan datang lagi.

Seiring dengan waktu, zaman aku SMA Emak mulai menambahkan telor rebus dan tahu-tempe goreng sebagai pelengkap. Tapi masih dengan resep dan rutinitas lama. Dan pelanggannya pun kian bertambah. Biasanya gado-gado baru akan mulai dijual setelah nasi uduk dan nasi ulam sudah habis terjual. (tunggu cerita tentang Nasi Ulam dan Nasi Uduk Emak ya...)  

Kini, umur Emak sudah 74 tahun, sudah tidak berjualan lagi. Emak menurunkan semua keahlian dalam masak memasak kepada adik-adiknya serta kakak ku. Kalau aku, cukup tahu dan bisa masak yang dimakan hanya untuk anak-anak dan suami. Sesekali Emak kadang masih suka masak buat aku dan keluarga.. gak mau diem orang nya.. ada saja yang harus Emak kerjakan di masa tua nya.. dan masak adalah satu Emak mengisi waktu. “Mak, besok kita bikin gado-gado ya..?.”

Kamis, 04 September 2014

Pelantikan Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia



Hadir di acara resmi Instansi Pemerintahan itu sesuatu banget. Aku yang gak pernah hadir diacara peresmian atawa pelantikan jadi tertarik begitu ada undangan untuk menghadiri Pelantikan Pengurus Baru Federasi Panjat Tebing Indonesia. Resmi..donk ini acara.  Lha wong ada Pak Sutarman, Pak Luhut Pandjaitan.. siapa sih yang gak kenal mereka sekarang ini? (ini di fikiranku loh..dan ternyata, 2 orang itu gak hadir..hiks) so. Aku dress up donk.. dandan maksudnya.. eh.. ternyata begitu sampai ditempat.. aku sendiri yang saltum.. gubrakkk hahahah.. yang lain pakaian yang sporty.. casual abizz..hahaha..termasuk para pengurus nya... jadilah aku di tengah pesta yang jadi pusat perhatian semua mata disana..#lebayamat sih..


Sekilas tentang Federasi Panjat Tebing Indonesia. Perkembangan Panjat Tebing Indonesia dimulai pada tahun 1960, dimana tebing di Citatah mulai dipakai sebagai ajang pelatihan oleh pasukan TNI. Pada tahun 1988 bertempat di Monumen Nasional (Monas) terbentuklah Federasi Pemanjat Gunung Indonesia (FPGI). Seiring dengan perjalanan waktu FPGI berubah menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan pada tahun 1992, untuk pertama kalinya FPTI menggelar kejuaraan Panjat Tebing Nasional di Padang. Untuk Prestasi Intenational FPTI sudah membekukan 2 kejuaran International. Yaitu Kejuaran World Cup Series atas nama atlet panjat tebing dari Jogjakarta, Etta Hendrawati dan Juara Umum pada kejuaraan Asian Youth Championship dengan atet panjat tebing dari Jawa Timur, Evi Neliwati.  Unuk di dalam negeri sendiri panjat tebing sudah dipertandingkan daam Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak tahun 2000.

Di bidang organisasi, FPTI sendiri sudah memiliki 7 ketua umum.  Pelantikan yang ke tujuh pada tangal 22 Agustus 2014 yang baru lalu. Menunjuk Dhohir Farisi sebagai Ketua Umum baru menggantikan Akil Mochtar. Kepengurusan baru ini dilantik oleh Ketua Umum KONI bapak Tono Suratman. Dibawah ini adalah susunan pengurus FPTI periode 2014 – 2018.  


Ketua FPTI yang terpilih yaitu Dhohir Farisi menegaskan kembali komitment FPTI akan selalu berada di garis depan bantuan penanganan bencana di wiayah vertical seperti tebing-tebingsuram atau bangunan tinggi. Semoga ke depannya FPTI dapat lebih berkontribusi dalam ikut mengharumkan nama Indonesia di dunia juga ikut dalam kegiatan penanganan Bencana dan keselamatan kerja.

Susunan pengurus FPTI periode 2014‐2018:
Penasehat : Jenderal Pol. Sutarman
Jend TNI (Purn) Luhut Panjahitan
Letjen TNI (Purn) Syarir MS.
H. Harbiansyah
Prof. DR. Faisal Abdillah
Harry Suliztiarto
Ketua Umum : Dhohir Farisi
Wakil Ketua I : Dino Izaak
Wakil Ketua II : Muhammad Saleh
Sekretaris Umum : Pontas Sitanggang
Wakil Sekretaris Umum I : Jaka Hidayat
Wakil Sekretaris Umum II : Elisyabeth
Bendahara Umum : Endi Gunardi
Wakil Bendahara Umum I : Juliani
Wakil Bendahara Umum II : Ferry Ardyanto
Ketua I : Ricy Tarore
Ketua II : Wahyu Pristiawan B.
Ketua Bidang Kompetisi : Sumatri
Wakil Ketua Bidang Kompetisi I : Widhi Sasongko H.
Wakil Ketua Bidang Kompetisi II : Heri Supianto S, Pd.
Kabiro Juri dan Jalur : Irving G.
Wakil Kabiro Juri dan Jalur : Fatah Raditya
Bidang Pembinaan Prestasi : DR. Caly Setyawan
Wakabid Pembinaan Prestasi I : Kuntono Halim
Wakabid Pembinaan Prestasi II : Mohamad Ari Aditya
Kabiro Pelatih : Judistiro
Kabid P. Tebing Alam dan Ekspedisi : Setyo Dibyo P.
Wakabid P. Tebing Alam dan Ekspedisi I : Rahmat Sofyan
Wakabid P. Tebing Alam dan Ekspedisi II : Denny Engka, SE
Kabid OR. Pendidikan dan Rekreasi : Ayu Utami
Wakabid OR. Pendidikan dan Rekreasi : Panji Susanto
Ketua Bidang Organisasi : Sapto Hadiono
Wakabid Organisasi I : Fadjar Abdillah
Wakabid Organisasi II : Ferdiansyah

Senin, 01 September 2014

Ngopi di Stasiun Kota




Ada yang pernah berkunjung ke Stasiun Kota belakangan ini? Tepatnya dari mulai May 2014?  kalau sudah pernah, pasti tahu donk kalau ada tempat tongkrongan baru untuk ngopi? Tepatnya persis didalam stasiun kereta api, Beos, Yup.. Starbucks Caffe,  Starbuck ada di stasiun kereta?.Ya..kenapa gak? Sesuai dengan  program mereka untuk ikut melestarikan kebudayaan Indonesia, dan karena Stasiun Kereta Api Kota atau yang dulu di kenal dengan Stasiun Kota Beos merupakan juga salah satu heritage di Indonesia. Mana yang mau dibahas duluan? Stasiun Kota atau Starbuck nya duluan? Hmm... karena yang undang pihak Starbuck so..jadi membahas Starbuck dulu ya...(karena kalau stasiun kota harus wikipidea dulu nih info nya..hahaha)

Yuri bisa aja ambil moment yang seperi ini

Agustus 30, 2014 ada kurang lebih 15 bloggers diundang oleh Starbucks untuk datang ke gerai mereka yang di Stasiun Kota untuk menikmati testing coffe ala Starbuck dan  memperkenalkan program kegiatan ‘Ayo Ke Museum’ . Karena ini merupakan salah satu dedikasi Starbucks untuk ikut melestarikan budaya Indonesia.

Testing Coffee di pandu oleh Erick, Barista Starbucks yang guanteng *kedipkedip yang bertugas di gerai Starbuck Statsiun Kota.. Masing-masing kami disuguhkan 1 cup kecil kopi hitam khas Starbuck yang diambil dari kopi piihan berasal dari Sumtara dan sepotong cinnamon marble cake. Aroma kopi yang harum menyeruak di ruangan dimana kami berada. Erick memandu kami untuk mencoba kopi khas yang disuguhkan kami pagi itu. Sebelum meminum kopi, bagi sebagian orang akan mencium-cium di bibir gelas untuk menikmati aroma yang yang timbul dari kopi hitam tersebut. Dan setiap orang akan mencium aroma yang berbeda. Setelah itu baru kita menengguk kopi sedikit demi sedikit dengan cara menyeruput, sehingga kopi akan memenuhi rongga yang ada di dalam mulut hingga ke indra penciuman kita. Reaksi setelah menengguk juga berbeda-beda. Tergantung kebiasaan orang tersebut. Ada yang langsung bereaksi seperti: “ssrupp..ahh..!” ada juga yang hanya berucap.. “hmm...”  untuk menyeimbangkan rasa pahit yang kita rasa, biasanya ada kue manis yang menemani untuk kita santap bersama kopi hitam. Itu adalah demi tercapainya keseimbangan rasa dan mencapai kenikmatan dalam meminum kopi.. eunaknya..pagi-pagi sudah disuguhkan kopi dan sepotong kue. “Kopiku kental..harum baunya..Kopi dapat gratis...” #edisi nyanyi..





Punya Ikmar

Cara serperti ini yang kerap dilakukan oleh barista di setiap gerai Starbucks untuk memastikan kualitas standard dari Starbucks. Untuk mencapai kenikmatan aroma kopi, ada 4 pilar yang selalu dijaga oleh Starbuck smapai saat ini. Yang dikenal dengan The Four Fundamentals of Brewing Starbucks Coffee. Yaitu:
1.      Filtered Water atau air yang bersih, tidak berbau dan segar.
2.      Proportion: Takaran yang pas membuat hasilkopi yang bisa dinikamati oleh pelanggan Starbucks dimana saja.
3.      Grind: seberapa halus hasil gilingan dari biji kopi.
4.      Freshness: seberapa segar biji kopi pilihan yang diambil untuk standard biji kopi Starbucks.


Digerai manapun, kini Starbuck tidak hanya menjual kopi mereka juga menyediakan minumam teh dan coklat.

Disela-sela itu, hadir pula bapak Kartum Setiawan dari komunitas Jelajah Budaya yang menjelaskan tentang bangunan Stasiun kota atau dulu nya di kenal dengan Stasiun Beos. DI gerai ini, Starbuck juga harus mengikuti peraturan bahwa bangunan yang ada tidak boleh di utak-atik harus sesuai dengan bangunan aslinya. Seperti terlihat dari kusen-kusen jendela yang ada di gerai ini dan brankas dari zaman bahela masih ada, cuma ditutupi aja dengan papan menu Starbucks.

Stasiun Kota atau Beos di bangun pada tahun 1926 oleh Arsitek kelahiran Tulungagung yaitu Frans Johan Lawrens Ghijsels yang mana bangunan Stasiun Beos ini merupakan karya terbesar beliau dikenal juga dengan Het Indische Bouwen perpaduan antara structur dan tehnik modern barat dengan bentuk tradisional lokal. Bangunan sederhana tapi, mempunyai rasa seni yang tinggi. Ketika anda berkunjung ke gerai Starbuck di Stasiun Kota, akan ada jumpai ornamen-ornamen yang masih asli. Yuk kita ngopi dan nongkrong disana, sambil melihat lalu lalang orang yang datang dan pergi di Stasiun ini. Masih ada waktu hingga November 2014, masih ada voucer yang bisa digunakan, ada yang mau gabung? .