Minggu, 15 Juni 2014

Lauching Philips Disney Dalam Photo - Terangnya Keajaiban Imajinasi





Bunda mempunyai anak usia 2 – 12 tahun? Kalau jawabanya Iya, saat ini adalah saat yang tepat untuk  menambah koleksi lampu tidur di kamar tidur si buah hati.  Kini Philips hadir membawakan keajaiban Disney ke dalam ruang tidur si buah hati. Dengan Inovasi pencahayaan terbaru yaitu rangkaian pencahayaan LED dalam bentuk karakter tokoh-tokoh Disney. Kini Bunda dan buah hati  dapat mengisi malam-malam anda dan membawa imajinasi buah hati bersama tokoh Disney seperti Micky & Mini Mouse, Sulley & Mike dari Monster’s Ink Movie. Dengan karakter dari tokoh Disney tersebut diharapkan buah hati anda dapat bermain dan mempunyai banyak kenangan serta membuat kamar tidur buah hati anda menjadi tempat yang lebih imajinatif.


Tepat pada hari Rabu, 11 Juni 2014 bertempat di Show room Philips Light, Jl. Warung Buncit, PT Philips Indonesia bersama Disney meluncurkan serangkaian produk terbaru Phillips Disney Softpals. Produk yang didesain khusus untuk anak-anak.  
Inilah ke 4 kategori yang diluncurkan pada hari itu.:

1.    SoftPals, untuk menyalakan lampu ini cukup dijungkirbalikan saja.. unik ya? Dan ini sangat aman untuk anak karena terbuat dari bahan yang lembut dan di desain sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Ada 4 karekter Disney untuk Produk Softpals ini; Sulley & Mike dari film MonsterInk; Micky & Minnie Mouse.
2.     Living Colors Micro. Ini adalah lampu sorot.  Lampu Warna yang bisa diatur dan berganti-ganti sesuai selera. Untuk Living Colors ini ada 2 karekter Disney yang digunakan yaitu Cars & Princess. Dengan 64 macam warna yang di punyai lampu sorot ini, tinggal kita sentuh di warna-warna tersebut otomatis lampu akan menyorotkan sinar dengan warna yang diinginkan. Cahaya yang dihasilkan tidak menyilaukan dan bahan lampu ini sangat lembut dan terbuat anti pecah.
3.     Night Light Ini lampu yang aku sukaaaaa...karena ada sensor geraknya. Lampu ini diletakkan di dinding. Sekali lambaian untuk mematikan dan menyalakan. Pancaran cahaya yang dihasilkan cukup memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Tersedia 4 karekater untuk Night Light Lamp ini. Minnie, Mickey, Cars & Pooh.
4.   Flash Light / Torch.. Lampu Senter..hehehehe.. bedanya karena ada karekter Jake dan Winnie the Pooh. Sudah gitu mempunyai desain yang mungil dan warna-warni. Produk ini aman digunakan oleh anak-anak. Tidak ada sudut yang tajam dan nyaman di pegang oleh si buah hati. Pake baterai ya..untuk mengoperasikannya.

Yuk dilihat photo-photonya.



Harga jual mulai Rp. 100,000 – Rp. 500,000. Yuk Bunda & Ayah..penuhi koleksi lampu dari Philips Disney untuk kamar si buah hati.




Selasa, 10 Juni 2014

Rasa Emak



Ada satu certa dibalik bisnis aku ini.. cerita yang mengilhami untuk dibuatkan sesuatu tentang kue-kue khas Betawi ini.  Cerita tentang bagaimana Mampang House of Talam ini akhirnya menjadi sebuah bisnis bagi aku dan tentu saja bagi keluarga. Cerita bagimana produksi kue-kue khas Betawi ini berani aku jual.

Ketika aku ingin mewujudkan bisnis online untuk kue-kue yang dibuat oleh Emak (panggilan aku kepada Ibu) dan adik-adiknya, aku mesti berfikir ulang. Masa yang dijual hanya kue-kue Talam dan Pepe saja? Emang kue-kue khas Betawi lainnya gak layak apa untuk dijual online? Terus aku berdiskusi dengan Emak. Emak adalah seorang perempuan biasa yang mempunyai talenta luar biasa menurut aku terutama di bidang kuliner..


Sedikit cerita tentang latar belakang Emak. Beliau dulunya adalah seorang “kuli masak”. Kalau dulu, pada masyarakat Betawi pada umumya, jika mengadakan suatu hajatan besar seperti pesta perkawinan, maka dipanggilah beberapa orang untuk memasak. Biasanya beberapa orang ini pekerja lepas dan membentuk kelompok. 1 Keompok terdiri dari 3- 4 orang. Mereka biasanya ahli dalam memasak makanan tertentu. Bahkan kalau kelompok itu sedikit atau Cuma 2 orang ya..mereka akan memasak semua apa yang si Empu hajat ini minta. Bisa kue, lauk-pauk untuk nasi atau masakan lain yang tidak hanya menjadi ciri khas masakan Betawi.

Emak mempunyai kelompok terdiri 4 orang. Emak sendiri pegang untuk makanan di luar kue. Seperti Lauk pauk khas Betawi. Soto Betawi, Gado-gado, Sayur Asem, Cramcam (semacam kredok). Semur Daging, Pindang Tulang (Tulang Iga, bisa di ganti dengan ikan Bandeng, atau daging ayam namanya jadi Pindang Bandeng atau Pindang Ayam), Sop Iga, Asinan Betawi, Bebencok nama lainnya Mustopa.  ..ada yag tahu makanan Bebencok seperti apa? Itu adalah irisan kentang yang dipotong memanjang tipis ada juga yang dipotong bulat tipis lalu di goreng garing dicampur dengan kacang tanah dan diaduk bersama bumbu yang terdiri dari cabe merah besar yang di tumbuk halus dengan bumbu lain seperti bawang putih, lada dan ebi. Dari Ebi inilah aroma sedap itu datang.
Emak dan kelompoknya ini akan memasak di rumah si Empu hajat dan tinggal disana selama 3-4 hari lamanya. Bagian tentang Kuli Masak aku buat tulisan sendiri nanti.

Selain menjadi Kuli Masak, Emak juga berjualan di rumah untuk menghidupi kami sekeluarga termasuk adik-adik Emak yang pada waktu itu masih ada yang sekolah. Dirumah, Emak berjualan nasi uduk, dan gado-gado. Jangan salah loh! Gado-gado Emak sangat enak dan terkenal sampai ke Pasar Minggu sana, bahkan sampai ke daerah Kebayoran Lama. ‘Gado-gado Mpok Mumun’ namanya. Bahkan aku ingat, warung kami buka persis setelah sholat shubuh. Dan jamaah sholat shubuh dari Mesjid dekat rumah itu adalah pelanggan setia yang hampir tiap hari mampir ke warung Emak. Warung kami kalau pagi ramai oleh pembei yang ingin berangkat kantor. Pagi Emak jualan nasi uduk dan teman-temannya.. ada ketan kelapa, ketan bumbu kuning, gemblong, pisang goreng, ubi goreng, tahu & bakwan goreng dan kue-kue seperti bugis, unti, kue pisang / nagasari. Jam 9 makanan untuk sarapan pagi tersebut biasanya sudah habis. Dan kami ganti berjualan gado-gado untuk menu siangnya. Sampai aku SMA, Emak masih berjualan. Selepas SMA karena aku sudah bekerja, tongkat jualan berganti ke adik Emak untuk diteruskan. Emak sesekali masih menerima tawaran untuk menjadi kuli masak. Dari kuli masak itulah keahlian memasak selain lauk-pauk bertambah. Emak juga belajar untuk memasak kue-kue khas Betawi lainnya seperti Kue Pepe (http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/08/24/kue-pepe-si-lengket-manis-dan-kenyal-586157.html). Wajik, Tape Uli, Geplak, Dodol. Kue Pepe khas Betawi yang satu ini harus ada di setiap hajatan besar. Menurut Emak, memasak kue Pepe itu mengajarkan kita untuk bersabar, teliti dan hati-hati. Kesabaran itu diperlukan, karea memasak kue ini relatif lama. Butuh ketelitian karena jika tidak teliti dalam takaran untuk adonan kue, maka kue Pepe tidak akan jadi.. entah itu gak bisa di angkat dari loyangnya atau gak bisa dipotong-potong..lembek dan biasanya tidak tahan lama.

Berawal dari situlah aku memutuskan untuk mengembangkan bisnis kue ini. Karena semakin hari semakain banyak yang meminta Emak untuk membuatkan kue Pepe dan Talam. Dalam seminggu kami bisa membuat 10-20 loyang sesuai pesanan. Apakagi jika musim perkawinan di masyarakat Betawi tiba.

Yang menjadi sedikit masalah, kami hanya terbatas untuk kue-kue basah Pepe da Talam saja. Aku lama berdiskusi dengan Emak. ”Mak, masa cuma kue pepe sama talam doang yang di jual?  harusnya ada kue-kue langka lainnya” ..Kalau untuk bikin dodol, wajik dan geplak, Emak dah gak sanggup..cape dan tenaga sudah berkurang” balas Emak. Sementara adik-adik Emak cuma dibekali ketrampilan bikin kue Pepe dan Talam saja, termasuk Uli. Hingga aku memutuskan untuk hunting bersama Emak mencari saudara-saudara jauh dari pihak nenek & kakek yang dulu dan masih hingga sekarang membuat kue-kue basah selain kue Pepe dan Talam.

Tidak mudah bagi aku dan Emak menemukan saudara atau sanak famili yang masih membuat kue-kue tersebut. Halangannya ada saja, dari yang sudah meniggal, pindah jauh ke pinggiran Jakarta dan tidak ada yang meneruskan tradisi untuk membuat dodol atau wajik.
Sampai juga kami di daerah tempat pembuatan sentra dodol Betawi di daerah, Kemuning, Pasar Minggu. Setelah 2 hari menjelajahi di daerah sana, tetap kami belum menemukan rasa yang pas dan rasa yang mengingatkan akan masa lalu. Yang bisa merasakan tested tersebut hanya Emak. Entah Dodolnya yang pake biang gula..atau dodol ini kurang kelapanya, atau tepung beras/tepung ketan yang dipakai bukan kualitas utama. Emak bisa merasakan itu semua. Ada saja yang kurang di lidah emak. Sampai akhirnya kami diarahkan oleh orang sekitar untuk datang ke rumah salah satu rumah yang berada di daerah Samali..Mpok Ati namanya. Mpok Ati ini sudah biasa buat dodol dan kue-kue khas Betawi lainnya sejak duu. Dan Mpok Ati adalah generasi ke tiga dalam membuat dodol, wajik dan geplak. Di Mpok Ati inilah akhirnya dodol rasa Emak, aku temukan, karena memang pas sesuai dengan selera Emak. Emak bilang, bahwa Dodol yang enak membuat dia terkenang akan masa lalu. Akupun menjalin kerjasama dengan Mpok Ati sebagai salah satu rekanan dari Mampang House of Talam.

Itu baru urusan dodol and the geng. Bagimana dengan kue-kering? Di Betawi cukup banyak jenis kue-kue keringnya. Ada Kembang Goyang, Biji Ketapang, Biji Kacang (Keripik Bawang), Akar Kelapa dan Rengginang. Untuk menemukan orang-orang yang bisa buat itu semua juga tidak mudah. Lagi-lagi rasa Emak memutuskan segala sesuatunya. Paling tidak aku percaya dengan rasa Emak ini, karena aku tahu, Emak mempunyai selera yang tinggi untuk merasakan makanan ataupun kue-kue tersebut apakah layak dikonsumsi orang banyak dan bisa dijual. Satu yang pesan Emak, bahwa jika kita ingin menjual makanan ataupun kue, kita harus membuat kue-kue tersebut dengan bahan-bahan yang bagus dan kualitas utama. Agar tahan lama dan yang terpenting rasa. Karena dengan rasa yang enak dan cocok di lidah, semua pelanggan akan datang mencari kue buatan kita lagi, lagi dan lagi. Maka dari itulah semua kue-kue yang di produksi oleh Mampang House of Talam terbuat dari bahan- bahan kue berkaulitas tinggi dan bagus.




Itulah sekelumit tentang Rasa Emak dari Mampang House of Talam. Sudahkan anda mengunjungi website kami? Kunjungilah dan pesanan siap kami buatkan. Salam Talam.

Talam Goes to Nissan



Kenapa Judul reportase aku berbeda? Cuma ingin beda aja sih.. “Talam Goes to Nissan” Gak ada maksud lain..bahwa memang aku sudah niat bawa Talam untuk teman-teman yang mengikuti Rally Wisata Bersama Nissan New March. Untuk sarapan yang berbeda.. (dari orang Nissan ada yang nyobain talam yang aku bawa gak ya? ..#modus) Acara Rally Wisata ini hasil kerja sama Kompasiana dan Nissan Motor. Yup, tepatnya Sabtu, 7 Juni 2014 aku bersama kurang lebih dari 30 orang Kompasianer ikut dalam acara Rally Wisata Bersama Nissan March. Tiba di Nissan MT Haryono, ternyata sudah banyak Kompasianer yang hadir, berarti keterlambatan memang  ada didiriku. Bukan tanpa alasan aku dtang terambat ya...hahahahaha.. Menyediakan Talam buat para Kompasianer.


Ini kali pertama aku ikut test drive yang diadakan oleh Kompasiana. Ternyata memang asyik banget bisa jalan bareng dengan para Kompasianer. Apalagi satu team aku itu.. wuih ada raja ngocol... mantaplah.. sepanjang perjalanan gak berhenti cerita dan ketawa yang tak berujung..
Gak ku ceritakan hal-hal teknis New Nissan March pada sesi ini.. jadi ini adalah  bagian awal dari 2 tulisan. Sesi ini adalah cerita tentang serunya si Talam Goes to Nissan. Pastinya tuh Talam kebagian semua kan? Hahahaha..Hal Teknis disambung ke sesi dua Insya Allah sudah bisa publish sebelum deadine.


Setelah berkenalan dengan Pak Budi Nur Mukmin selaku GM Marketing Strategy & Communication Division (#eh..bener gak posisi beliau?) dari Nissan Motor serta mendengarkan penjelasan tentang details dan berbau technical tentang New Nissan March (so pasti penting, agar kalau beli ini mobi jadi gak kuciwa) yang disampaikan oleh David Hicks.. Lalu kami menuju mobil sesuai dengan no team yang sudah dibagikan oleh pihak Panitia. Aku berada satu team dengan mas Widianto Didiet, Mas Arif Rahman, K Mercy Sihombing dengan mobil no. 4 warna Merah Marun. Selesai sesi photo-photo berangkatlah kami peserta satu-persatu. Dengan mengambil Rute, Mampang, Warung Buncit, TB Simatupang menuju Check Point 1 di Nissan TB Simatupang. Rute pertama, undian kemudi yang pertama dikelompok kami adalah adalah K Mercy Sihombing.. Ahay.. sudah manual, jalur yang kita ambil adalah jalur macet.. jadilah sedikit “extra’ kerja keras .. Sebagai penumpang yang baik, aku cukup nyaman berada di kursi belakang, dan menyimak perbincangan para ‘pengemudi’ yang expert dalam team 4 ini dan gak kalah expert ternyata dengan suami aku..hehehe


Sampai di Check Point Pertama, setelah menjawab kuiz yang diberikan, aku tidak berada dengan team 4.. karena ada kamera person yang ikutan nebeng..gak mungkin kan 1 mobil berisi 5 orang dengan badan yang cukup subur-subur ini..halah. Aku ikut di team 3 yang ada Mbak Ani Berta, Mas Hardja Saputra dan Mas Wildan. Akhirnya bisa ketemu muka juga dengan mas Hardja Saputra.. Team 3 mendapat New Nissan March 1500cc matic .. enaknya lagi mereka cuma ber 3 ya..pas banget gak sih angka dan jumlah orangnya.. di rute ini yang pegang kemudi mas Wildan.. hmm..sensasi yang berbeda dari Manual ke Matic...

Akhirnya sampailah kami di Check Point 3 Rest Area Km 10, Cibubur.. sejenak istirahat kembali sesi photo-photo lalu dilanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Disini aku kembali bersama team 4..Team Hore! Perjalanan kali ini Mas Arief yang berada di belakang kemudi. Perjalanan menuju Ah Poong di Sentul City. Jajanan Terapung.. Ternyata Mas Arif ini meskipun bertubuh tambun dan besar, lincah juga dalam mengemudikan New Nissan March ini di tol Jagorawi.  Dan gak kalah,  kursi dibalik kemudi membuat mas Arif lihai memainkan kemudi dan nguing..wuizz..ngebut kami dibawa oleh mas Arif.. lagi--lagi aku dibuat nyaman..hahaha Sebenarnya pengin tidur sih, tapi celoteh dan cerita-cerita yang dilontarkan Mas Didiet membuat aku gak bisa tidur dan terbawa arus tawa yang tiada berujung..maksudnya gak berhenti tertawa..Ada aja tuh cerita-cerita dari Mas Didiet.  


Sesampai di Ah Poong yaitu Pasar Terapung yang berada di kawasan Sentul City, kami melepaskan lelah dengan makan siang di RM Pecel Solo. Selanjutnya berbagai kegiatan dan acara dari Diskusi, tanya jawab seputra New Nissan March yang di pandu Pak Budi Nur Mukmin GM Marketing Strategy & Communication Division ini menjawab semua pertanyaan dari Kompasianer. Puzzle Games adalah acara selanjutya.. ah..lagi-lagi bukan hoki aku disini.. Live Tweet apalagi..Hadiah..semakin jauh melambaung..

Diterik panasnya langit Sentul, keceriaan dan keseruan Rally Wisata Bersama New Nissan March serta bertemu dengan rekan-rekan Kompsianer memberikan pengalaman yang membekas di hati.
Salam Talam

Kamis, 05 Juni 2014

LOTTE CHOCO PIE, 3 Kenikmatan Dalam1 Kelezatan



Lotte Company adalah perusahaan yang sudah beroperasi lebih dari 60 tahun di Jepang. Selain sebagai produsen makanan, perusahaan ini juga bergerak di industri alat-alat berat, perhotelan,sampai ke sektor financial yang kini mempunyai lebih dari 50 anak perusahaan tergabung dalam Lotte Global Company Group. PT. Lotte Indonesia sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1993 dengan Permen Karet sebagai produksi pertama mereka, dan sampai kini masih beroperasi.


Tepat pada Rabu, 4 June 2014, bertempat di Imam Bonjol Ballroom Hotel Mandarin, PT. Lotte Indonesia meluncurkan produk baru mereka yang diberi nama “Lotte Choco Pie”.  Perpaduan cita rasa yang lengkap, yaitu Marshmelow, Softcake dan Baluran Cokelat yang lembut memberikan 3 Kenikmatan dalam 1 Kelezatan. Hmm.. tested yummi.. and feel good!. Menjadikan Lotte Choco Pie camilan sehat, bergizi dan pas untuk buah hati. Gak Cuma pas untuk buah hati tercinta, Lotte Choco Pie juga pas buat kita para Ibu yang memang suka ngemil...Ibu mana yang gak suka ngemil?


Di Jepang, Lotte Choco Pie adalah camilan terfavorite sejak mereka luncurkan pada tahun 1983. Dengan Laba bersih penjualan mereka pada tahun 2013 sebesar 13 Milliar yen Jepang...atau setara 1,5 Trilliun Rupiah hmmm suatu angka keuntungan yang fantastic sesuai dengan rasa dari Lotte Choco Pie itu sendiri...wow!



Kenapa memilih Indonesia? Indonesia adalah pangsa pasar yang bagus untuk makanan ringan seperti Lotte Choco Pie ini. Diharapkan dengan diluncurkan Lotte Choco Pie bisa memberikan alternatif camilan yang sudah ada di Indonesia. Dan diharapkan pula bahwa hasil penjualan Lotte Choco Pie di Indonesia akan meraih sukses seperti penjualan di Jepang sana. PT. Lotte Indonesia percaya, dengan strategy marketing yang mumpuni seperti sampling di beberapa supermarket terkemuka, Bus Branding, Iklan di TV selama 1 tahun, serta hadir di event seperti Jakarta Fair yang sebentar lagi dimulai, Lotte Choco Pie akan bisa bersaing dan masuk di hati masyarakat Indonesia. Dan pastinya mereka siap merebut pasar confectioney di Indonesia. Demikian di Jelaskan oleh Murasato San President Director dari PT. Lotte Indonesia. Pabrik Lotte Choco Pie hadir di Indonesia sejak bulan November 2013 lalu, dan Lotte Choco Pie sudah bersertifikat ‘Halal’ dari MUI. Produksi dalam pengawasan langsung dari Jepang.


Dalam peluncuran Lotte Choco Pie, juga diperkenalkan Brand Ambassador dari Lotte Choco Pie. Yaitu Maudy Kusnaedi, bintang “si Jaenab” dalam sinetron “Doel Anak Sekolah”. Dipilihnya Maudy sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie di Indonesia karena mewakili para Ibu rumah tangga  mempunyai anak yang sibuk dengan kegiatan sehari-hari tapi masih sempat untuk memberikan camilan yang sehat dan bergizi untuk sibuah hatinya, Eddy.



Dengan diluncurkan Lotte Choco Pie, maka resmilah Lotte Choco Pie hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.